LYL International Karting Circuit di Malaysia kembali menjadi saksi serunya kompetisi karting komunitas MOCI yang digelar awal tahun 2025. Acara penuh adrenalin ini menghadirkan kejutan, tawa, hingga kisah tak terduga dari para pembalap yang datang bukan hanya untuk bersaing, tapi juga merayakan semangat balap dan persahabatan.

Race Recap: Aksi Panas dari Tiga Grup
Group A menghadirkan duel sengit antara nama-nama yang sudah tak asing. Riki tampil konsisten di setiap race, mengumpulkan poin tertinggi dan meraih Gold Pin pertama di 2025, disusul oleh Silas dan Ardi Tjoa yang juga tampil gemilang. Sementara Frank Wu dan Moses berbagi posisi keempat.
Di Group B, nama Michael Angelo dan Andrian mencuri perhatian. Mereka mendominasi dua race terakhir dan berbagi posisi puncak klasemen dengan perolehan poin sama. Novril, Joey JPX, dan Rafie melengkapi daftar podium.
Group C tak kalah seru, walau tak disebutkan detail race-nya, nama-nama seperti Vincent Karate Kid, Agus Hardy, dan Malvin menunjukkan semangat yang tak kalah dari grup lainnya.

Pemenang & Penghargaan Khusus
RIKI WATTIMENA, atau lebih dikenal sebagai Riki AMG/Reverse/Tenda, akhirnya memecah masa paceklik dan menyabet Gold Pin pertamanya. Konsistensi dan kerja kerasnya mengantarnya menjadi “Man of the Match” versi LYL.
Sementara itu, Ardi Tjoa mencatatkan waktu terbaik di sesi kualifikasi dan latihan dengan catatan 1:21.082. Tak hanya podium, Ardi juga pulang membawa tanda tangan dari para pembalap yang… harus menerima kekalahan darinya 😄.


Kejutan Tak Terduga: Moses & Joey JPX
Moses Murdiyanto, yang memulai dari posisi ke-21 saat kualifikasi, tampil mengejutkan saat meraih podium kedua di Race 3. Prestasi ini membuktikan bahwa tak ada yang mustahil dalam dunia balap.
Begitu juga dengan Joey JPX, yang tampil luar biasa dengan helm barunya dan meraih dua podium beruntun di race awal.
Di Balik Layar: “Tiba-tiba…”
Seperti biasa, LYL tidak lengkap tanpa drama dan kisah kocak. Dari kabar “Detik.com batal meliput”, “hampir ketinggalan bus”, hingga “duit sogokan ditolak crew” — semua jadi bumbu yang membuat event ini makin memorable.
Setelah balapan, kabarnya hanya dua orang yang masih saling sapa… sisanya? Seperti kata LYL News, “gosipnya sampai detik ini masih tidak saling tegur.” 😂

Penutup
LYL Karting Challenge bukan hanya soal kecepatan dan kemenangan. Ini tentang komunitas, persahabatan, dan kenangan seru yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Sampai jumpa di race berikutnya. Siapkan helm, mental, dan jangan lupa… jaga hubungan baik setelah race 😁


